Sampah Plastik Mangrove Disulap Jadi Bahan Bakar, BRIDA Surabaya Kembangkan Teknologi Pirolisis

surabaya | 26 Juni 2026 19:49

Sampah Plastik Mangrove Disulap Jadi Bahan Bakar, BRIDA Surabaya Kembangkan Teknologi Pirolisis
(dok pemerintahkotasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya mengembangkan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah plastik di kawasan mangrove menjadi minyak bakar yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh nelayan.

Kepala BRIDA Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan inovasi tersebut lahir sebagai solusi atas penumpukan sampah plastik yang terbawa arus sungai maupun gelombang laut hingga tersangkut di akar-akar mangrove.

Menurut Agus, meski Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) telah memasang penyaring sampah di saluran Kebon Agung, sampah plastik tetap masuk ke kawasan mangrove saat air laut pasang.

"Ternyata ketika pasang, justru laut membawa sampah masuk ke situ (mangrove), nyantol ke akar-akar napas mangrove," ujarnya, Jumat (26/6).

Ia menjelaskan, BRIDA berencana melibatkan perguruan tinggi, pelajar, hingga masyarakat untuk mengumpulkan sampah plastik yang sudah tidak memiliki nilai ekonomi, seperti kantong plastik rusak yang sulit didaur ulang.

"Kalau botol plastik masih ada harganya. Untuk sampah kresek yang rusak itu tidak ada nilainya, tetapi banyak mengambang dan nyantol di mangrove. Nah, yang non-valuable itu yang ingin kita kumpulkan," katanya.

Sampah plastik tersebut kemudian akan diolah menggunakan teknologi pirolisis hingga menghasilkan minyak bakar. Hasilnya diharapkan dapat dimanfaatkan kembali oleh para nelayan sebagai bahan bakar motor tempel.

"Kalau nelayan saat tidak mencari ikan, bisa mencari sampah plastik di mangrove, nanti diberikan kepada kami untuk diproses. Hasilnya berupa minyak bakar bisa kami berikan lagi untuk bahan bakar motor tempel mereka," jelas Agus.

Meski demikian, pengembangan alat pirolisis masih terkendala pendanaan sehingga proses penyelesaiannya belum sepenuhnya rampung.

Sementara itu, Sekretaris BRIDA Kota Surabaya, Mamik Suparmi, mengatakan teknologi pirolisis memang difokuskan untuk mengolah sampah plastik yang selama ini sulit didaur ulang dan tidak memiliki nilai jual.

Saat ini, BRIDA menggandeng Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk melakukan riset sekaligus mengembangkan alat pirolisis tersebut.

Selain itu, BRIDA juga membuka kolaborasi riset melalui platform berbasis web BRIGHT (BRIDA Research, Internship Growth and Holistic Training) yang memfasilitasi mahasiswa, dosen, peneliti, hingga masyarakat dalam kegiatan riset, magang, dan pengembangan inovasi di Kota Surabaya.(nov)