Armuji Respons Teror Pocong yang Viral: Kalau Ada Saya Masukkan ke Botol

surabaya | 02 Juli 2026 17:43

Armuji Respons Teror Pocong yang Viral: Kalau Ada Saya Masukkan ke Botol
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji di Balai Kota. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji merespons santai isu teror pocong yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Di balik kelakarnya, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika diduga merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

 

Fenomena teror pocong mulai ramai dibicarakan sejak awal Mei 2026 dan disebut-sebut terjadi di sejumlah daerah, termasuk Jawa Timur. Di Surabaya, warga sempat dihebohkan dengan beredarnya foto sosok pocong di kawasan Mulyorejo yang disertai pesan berantai agar masyarakat tidak membuka pintu rumah setelah tengah malam karena disebut membawa senjata tajam. Dilansir dari jawapos.com, Kamis, (2/7/2026).

 

Menanggapi kabar tersebut, Armuji mengaku tidak terlalu memusingkan isu yang belum jelas kebenarannya. Dengan gaya khasnya, politikus yang akrab disapa Cak Ji itu bahkan berkelakar siap mendatangi langsung apabila benar ada pocong yang meresahkan warga.

 

“Kalau ada teror pocong saya datangi langsung. Bagus malah, biar viral,” ujar Armuji usai memimpin upacara Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS).

 

Namun, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa foto pocong yang viral di kawasan Mulyorejo bukanlah kejadian nyata. Gambar tersebut diketahui merupakan hasil rekayasa AI yang dibuat oleh seorang remaja berinisial U.

 

 

Mengetahui hal itu, Armuji meminta masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, kemajuan teknologi AI tidak boleh dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan dan memicu keresahan di tengah masyarakat.

 

“Teknologi itu jangan sampai menipu kita dan akhirnya terjebak dengan narasi itu. Apalagi kalau ternyata hoaks, jadi nggak perlu kita tanggapi secara serius,” katanya.

 

Armuji juga memastikan kondisi keamanan di Surabaya tetap kondusif dan tidak ada laporan mengenai teror pocong sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

 

Di akhir keterangannya, Cak Ji kembali melontarkan candaan yang mengundang tawa para wartawan.

 

“Nggak ada pocong. Kalau ada, sama orang-orang bisa didatangi, saya masukkan ke botol kok pocongnya,” kelakarnya.

 

Armuji berharap masyarakat selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima sebelum mempercayai maupun menyebarkannya. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat. (ivan)