Iman menjelaskan program revitalisasi tidak hanya bertujuan mempercantik pasar, tetapi juga meningkatkan kapasitas lapak di sejumlah lokasi, seperti Pasar Tembok Dukuh dan Pasar Simogunung.
Selain itu, perbaikan dilakukan pada kualitas bangunan, sistem sanitasi, drainase, dan utilitas pasar agar lebih bersih, aman, dan nyaman bagi pengunjung maupun pedagang.
Pemkot Surabaya juga menambahkan berbagai fasilitas pendukung untuk meningkatkan standar kebersihan dan kesehatan pasar, di antaranya instalasi pengolahan air limbah (IPAL), grease trap atau alat penyaring lemak, sentra pemotongan unggas, serta fasilitas pelayanan pasar lainnya.
“Selain itu juga untuk menata zonasi pedagang dan mengurangi adanya pasar tumpah, agar aktivitas perdagangan lebih tertib dan tidak mengganggu lalu lintas. Di samping itu, juga untuk memenuhi standar pasar rakyat yang lebih modern sehingga mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat,” ujarnya.