Revitalisasi 16 Pasar Telan Rp20 Miliar, Surabaya Perkuat Daya Saing Pasar Tradisional

surabaya | 14 Juli 2026 09:30

Revitalisasi 16 Pasar Telan Rp20 Miliar, Surabaya Perkuat Daya Saing Pasar Tradisional
Arsip-Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (dua kanan) saat meninjau salah satu pasar tradisional di kota setempat. (antara)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan modernisasi 16 pasar tradisional dengan anggaran sekitar Rp20 miliar guna meningkatkan kenyamanan pedagang dan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing pasar rakyat.

 

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya Iman Krestian mengatakan revitalisasi dilakukan di Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, Pasar Wonokromo, Pasar Karah, Pasar Kedungsari, Pasar Genteng, Pasar Babaan Baru, Pasar Kapasan, Pasar Pucang Anom, Pasar Pecindilan, Pasar Dukuh Kupang, Pasar Gresik PPI, Pasar Gubeng Masjid, Pasar Pakis, dan Pasar Krembangan. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (14/7/2026).

 

“Beberapa pasar telah memasuki tahapan penyelesaian dan finishing, seperti Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, dan Pasar Babaan Baru. Sebagian lainnya masih berada pada tahap pekerjaan struktur, utilitas, saluran, maupun proses pengadaan atau tender, sehingga seluruh pekerjaan berjalan bertahap sesuai jadwal pelaksanaan masing-masing,” kata Iman di Surabaya.

 

Menurut dia, anggaran revitalisasi digunakan untuk peningkatan infrastruktur, perbaikan fasilitas, penataan kawasan, serta pembangunan sarana pendukung sesuai kebutuhan masing-masing pasar.

 

 

Iman menjelaskan program revitalisasi tidak hanya bertujuan mempercantik pasar, tetapi juga meningkatkan kapasitas lapak di sejumlah lokasi, seperti Pasar Tembok Dukuh dan Pasar Simogunung.

 

Selain itu, perbaikan dilakukan pada kualitas bangunan, sistem sanitasi, drainase, dan utilitas pasar agar lebih bersih, aman, dan nyaman bagi pengunjung maupun pedagang.

 

Pemkot Surabaya juga menambahkan berbagai fasilitas pendukung untuk meningkatkan standar kebersihan dan kesehatan pasar, di antaranya instalasi pengolahan air limbah (IPAL), grease trap atau alat penyaring lemak, sentra pemotongan unggas, serta fasilitas pelayanan pasar lainnya.

 

“Selain itu juga untuk menata zonasi pedagang dan mengurangi adanya pasar tumpah, agar aktivitas perdagangan lebih tertib dan tidak mengganggu lalu lintas. Di samping itu, juga untuk memenuhi standar pasar rakyat yang lebih modern sehingga mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat,” ujarnya.

 

 

Revitalisasi pasar tradisional menjadi salah satu upaya Pemkot Surabaya menjaga keberlangsungan ekonomi kerakyatan di tengah perkembangan pusat perbelanjaan modern. Dengan pembenahan infrastruktur dan fasilitas yang lebih memadai, pasar rakyat diharapkan tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. (ivan)