Sementara itu, Koordinator Koalisi Nasional PAUD HI Irma Yuliantina menjelaskan Surabaya dipilih sebagai kota percontohan karena dinilai memenuhi berbagai indikator yang ditetapkan Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC) bersama Koalisi Nasional PAUD HI dalam program Act for Early Years.
“Jadi kami melihat bagaimana Surabaya terintegrasi layanan kesehatannya, kemudian pendidikan yang universal. Kami melihat ada PAUD di pasar, kemudian terkoneksi bagaimana juga memastikan anak usia dini usia dua sampai tujuh tahun itu sekolah. Sehingga kita melihat memang Kota Surabaya memiliki antusias atau kepedulian,” kata Irma.
Ia menambahkan, model pengasuhan universal yang diterapkan melalui Kader Surabaya Hebat (KSH) menjadi salah satu kekuatan Kota Surabaya dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini.
“Bahkan tadi kader-kadernya juga diajari bagaimana mendidik anak-anak ini, sehingga itu bisa terkoneksi dengan keluarga. Kami sangat yakin bahwa Kota Surabaya memang berhak untuk ke level internasional terkait pendidikan anak usia dininya sudah sangat baik,” pungkasnya. (ivan)