SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Bunda PAUD Kota Surabaya terus memperkuat implementasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif (HI) melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kebijakan PAUD Bermutu Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan layanan PAUD HI semakin berkualitas dan menjangkau hingga tingkat rukun warga (RW).
Bimtek tersebut dihadiri Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriyani, Koordinator Koalisi Nasional PAUD HI Irma Yuliantina, Asisten Bidang Administrasi Umum Pemkot Surabaya Anna Fajriatin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Febrina Kusumawati, serta Kepala DP3APPKB Surabaya Ida Widayati. Dilansir dari jatimpos.co, Rabu, (29/7/2026).
Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriyani mengatakan, penguatan implementasi PAUD HI menjadi bagian dari upaya mendukung program wajib belajar 13 tahun yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Jadi intinya bagaimana PAUD Holistik Integratif ini bisa diterapkan, tidak hanya pendidikan saja, akan tetapi juga pelayanan kesehatannya, bagaimana psikologinya buat anak, itu menjadi satu kesatuan untuk bisa dijalankan di masing-masing kecamatan, kelurahan, bahkan di tingkat RW,” ujar Rini.
Menurutnya, keberhasilan Surabaya sebagai kota percontohan nasional dan internasional tidak lepas dari penguatan koordinasi antara Bunda PAUD di tingkat kota, kecamatan, kelurahan hingga RW agar seluruh program dapat diimplementasikan secara optimal.
“Program sudah bagus, program sudah hebat, tetapi kalau tidak bisa dijalankan dengan baik sampai ke lini yang paling bawah, percuma. Karena itu saya harus saling menguatkan sehingga bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Rini juga menyampaikan, pada tahun ajaran baru 2026 Pemkot Surabaya membuka tiga sekolah PAUD negeri baru, yakni Program PAUD Terpadu (PPT) Seruni Nambangan, TK Inklusi Seruni Sonokwijenan, serta Sekolah Satu Atap yang mengintegrasikan jenjang TK hingga SD.
“Semoga, harapan kami untuk membangun sekolah negeri bisa terwujud lagi di tahun depan. Semoga anggarannya ada, dan semua bisa terfasilitasi,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Koalisi Nasional PAUD HI Irma Yuliantina menjelaskan Surabaya dipilih sebagai kota percontohan karena dinilai memenuhi berbagai indikator yang ditetapkan Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC) bersama Koalisi Nasional PAUD HI dalam program Act for Early Years.
“Jadi kami melihat bagaimana Surabaya terintegrasi layanan kesehatannya, kemudian pendidikan yang universal. Kami melihat ada PAUD di pasar, kemudian terkoneksi bagaimana juga memastikan anak usia dini usia dua sampai tujuh tahun itu sekolah. Sehingga kita melihat memang Kota Surabaya memiliki antusias atau kepedulian,” kata Irma.
Ia menambahkan, model pengasuhan universal yang diterapkan melalui Kader Surabaya Hebat (KSH) menjadi salah satu kekuatan Kota Surabaya dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini.
“Bahkan tadi kader-kadernya juga diajari bagaimana mendidik anak-anak ini, sehingga itu bisa terkoneksi dengan keluarga. Kami sangat yakin bahwa Kota Surabaya memang berhak untuk ke level internasional terkait pendidikan anak usia dininya sudah sangat baik,” pungkasnya. (ivan)