SURABAYA, PustakaJC.co – Persebaya Surabaya memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui berbagai program yang tidak hanya berfokus pada pengembangan sepak bola, tetapi juga pemberdayaan ekonomi, aktivasi ruang publik, hingga kampanye sosial. Salah satu program yang tengah dimatangkan adalah menghadirkan Persebaya Store di Pasar Tunjungan.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset milik pemerintah kota agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Kehadiran Persebaya juga diharapkan mampu menghidupkan berbagai ruang publik di Surabaya melalui beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat. Dilansir dari jawapos.com, Minggu, (2/8/2026).
Persebaya Store yang direncanakan hadir di Pasar Tunjungan diharapkan mampu meningkatkan jumlah pengunjung ke kawasan yang dikelola PT Pasar Surya. Selain menjadi toko resmi klub, lokasi tersebut selama ini juga berfungsi sebagai tempat penukaran tiket pertandingan kandang Persebaya, laga Tim Nasional Indonesia, hingga turnamen sepak bola seperti Piala Presiden yang mampu menarik ribuan pengunjung.
Ramainya aktivitas penukaran tiket dinilai berpotensi memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha, khususnya sektor makanan dan minuman (food and beverage/F&B) di sekitar kawasan pasar. Dengan meningkatnya arus pengunjung, aktivitas ekonomi masyarakat pun diharapkan ikut bertumbuh.
Direktur Operasional Persebaya, Candra Wahyudi, menegaskan bahwa Persebaya memiliki tanggung jawab untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Surabaya karena klub tersebut lahir dan berkembang bersama masyarakat.
“Persebaya bukan sekadar klub sepak bola. Kami adalah bagian dari Surabaya. Karena itu kami selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam berbagai program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” kata Candra.
Menurut Candra, peluang kerja sama antara Persebaya dan Pemkot Surabaya masih sangat luas. Berbagai program dapat dikembangkan, mulai dari penyelenggaraan nonton bareng di ruang publik, kampanye yang mendukung program pemerintah, promosi pasar rakyat, hingga berbagai kegiatan yang mampu menggerakkan perekonomian lokal.
“Kami memiliki aset komunikasi dan basis suporter yang besar. Potensi tersebut bisa dimanfaatkan bersama untuk mendukung berbagai program pemerintah, menghidupkan ruang-ruang publik, hingga membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Prinsipnya, kami ingin tumbuh bersama Surabaya,” lanjutnya.
Pembahasan mengenai kolaborasi tersebut telah dilakukan dalam beberapa kali pertemuan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga terlibat langsung dalam pembicaraan bersama CEO Persebaya, Azrul Ananda.
Eri menyambut baik rencana sinergi antara pemerintah kota dan klub kebanggaan warga Surabaya tersebut. Menurutnya, berbagai kota besar di dunia menunjukkan bahwa pemerintah daerah dan klub sepak bola dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari identitas kota.
“Saya ingin Pemerintah Kota dan Persebaya ini terus berjalan beriringan. Berkolaborasi bersama. Hal ini yang menjadi salah satu legacy yang ingin saya tinggalkan pada siapapun nanti wali kota-nya,” ujar Eri.
Rencana kolaborasi tersebut juga mendapat dukungan dari DPRD Surabaya. Anggota Komisi B DPRD Surabaya, M. Machmud, menilai kehadiran Persebaya dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi, terutama bagi pasar-pasar yang membutuhkan peningkatan promosi.
Machmud mendukung apabila Persebaya Store menempati ruang di Pasar Tunjungan. Menurutnya, kedekatan emosional Persebaya dengan masyarakat Surabaya menjadi daya tarik tersendiri yang mampu meningkatkan jumlah pengunjung sekaligus memberikan efek berganda bagi pelaku UMKM.
“Apalagi ada rencana membawa activity-activity Persebaya yang selama ini mendatangkan massa besar bisa dilakukan di pasar-pasar yang selama ini belum teroptimalkan promosinya,”kata Machmud.
Melalui kolaborasi tersebut, Persebaya dan Pemkot Surabaya berharap dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Tidak hanya memperkuat identitas Surabaya sebagai kota sepak bola, sinergi ini juga diharapkan mampu menghidupkan ruang publik, meningkatkan kunjungan ke pasar rakyat, memperkuat peran UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (ivan)