Sementara itu, Kepala BPS Kota Surabaya Arrief Chandra Setiawan menilai kegiatan pasar murah dapat membantu menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan pangan masyarakat. Menurutnya, ketersediaan pangan di Surabaya saat ini masih aman.
Kondisi tersebut sejalan dengan perkembangan inflasi Surabaya. Pada Juli 2026, Surabaya mencatat deflasi bulanan sebesar 0,22 persen, lebih dalam dibandingkan deflasi nasional yang mencapai 0,14 persen.
Secara year to date hingga Juli 2026, inflasi Surabaya tercatat sebesar 1,95 persen dan masih terkendali dalam sasaran inflasi 2,5 persen.
“Masih aman. Artinya, aman sampai beberapa bulan ke depan untuk stok pangan kita,” ujar Arrief.