SURABAYA, PustakaJC.co – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya bergerak cepat menata kawasan sentra kuliner malam Jalan Karang Menjangan (Karmen). Langkah ini diambil setelah banyaknya aduan masyarakat yang masuk melalui hotline Wali Kota Surabaya terkait kesemrawutan lalu lintas dan parkir liar di wilayah tersebut.
Kepala Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengungkapkan bahwa masalah utama di kawasan Karmen dipicu oleh kebiasaan pengunjung yang memarkir sepeda motor tepat di depan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL). Hal ini membuat ruang publik menjadi tidak tertata dan mengganggu arus kendaraan. Dilansir dari jawapos.com, Jumat, (11/9/2026).
“Kami menindaklanjuti aduan masyarakat kepada Bapak Wali Kota. Pola lama di mana kendaraan parkir di depan tiap lapak itu sangat kurang rapi dan tidak elok dipandang. Karena itu, parkir roda dua akan kami ubah polanya menjadi terpusat dan ditata secara memanjang di area khusus,” ujar Trio pada Kamis, (10/9/2026).
Skema baru ini dirancang agar fungsi area perdagangan dan ruang bagi pengguna jalan memiliki batasan yang jelas. Harapannya, aktivitas ekonomi PKL tetap berputar tanpa menimbulkan persoalan kemacetan.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pembenahan di Karang Menjangan dilakukan secara menyeluruh dan bertahap, dimulai dari penataan lapak pedagang yang disusul penyiapan kantong parkir.
“Karakter kawasan Karang Menjangan ini unik. Penataannya harus disesuaikan dengan kondisi lapangan. PKL ditata dulu, baru area parkirnya disiapkan secara terpusat agar aktivitas pedagang, pengendara, dan pejalan kaki bisa berjalan beriringan,” tutur Eri.
Melalui penataan terpadu ini, Pemkot Surabaya optimistis sentra kuliner malam Karang Menjangan dapat menjadi kawasan yang tetap hidup secara ekonomi, namun tetap tertib, rapi, dan nyaman bagi pengguna jalan. (ivan)