SURABAYA, PustakaJC.co – Semangat pengabdian purnawirawan TNI-Polri dipastikan tidak pernah padam meski telah purnatugas. Hal ini ditegaskan dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (Pepabri) yang dipusatkan di Monumen Tugu Pahlawan, Surabaya, Sabtu, (12/9/2026).
Pemilihan Kota Surabaya sebagai lokasi utama perayaan tahun ini bukan tanpa alasan. Karakter Surabaya sebagai Kota Pahlawan dinilai selaras dengan tema yang diusung, yakni “Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa.” Dilansir dari kominfojatim.go.id, Senin, (14/9/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) 10 November. Penghormatan tersebut dilakukan sebagai bentuk apresiasi setinggi-tingginya atas jasa para veteran dan pejuang kemerdekaan.
Ketua Umum DPP Pepabri, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, menegaskan bahwa jiwa prajurit dan komitmen terhadap kedaulatan NKRI adalah nilai abadi yang tidak dibatasi oleh usia maupun masa dinas.
"Meski telah purnatugas, semangat prajurit dan pengabdian kami kepada bangsa dan negara tidak akan pernah luntur," ujar Agum di hadapan jajaran pengurus pusat, daerah, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur.
Suasana khidmat dan heroik kian terasa saat panitia menyajikan pertunjukan teatrikal sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo. Drama kolosal tersebut memperagakan kembali moment bersejarah perobekan warna biru pada bendera Belanda di Hotel Yamato hingga menyisakan warna Merah Putih.
Sebagai bentuk penghormatan nyata terhadap sejarah, Pepabri menyerahkan penghargaan khusus kepada keluarga pahlawan nasional—salah satunya keluarga Bung Tomo—serta beberapa saksi hidup peristiwa pertempuran 10 November 1945.
Melalui momentum perayaan ke-67 di kota bersejarah ini, Pepabri kembali menegaskan posisinya untuk konsisten menjaga pengawalan terhadap persatuan bangsa dan berpartisipasi aktif dalam pengawalan pembangunan nasional. (ivan)