SURABAYA, PustakaJC.co - Realisasi investasi di Kota Surabaya mencatatkan kinerja positif sepanjang paruh pertama tahun 2026. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya mencatat, akumulasi nilai investasi hingga semester I 2026 berhasil menembus Rp23,608 triliun. Capaian ini melampaui target semesteran sebesar Rp22 triliun sekaligus memenuhi sekitar 53 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp44,26 triliun.
Secara tahunan (year-on-year), angka realisasi pada semester I 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 6,06 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp22,177 triliun. Total modal Rp23,608 triliun tersebut berasal dari 68.840 proyek yang tersebar di berbagai sektor. Dilansir dari jatimpos.co, Sabtu, (10/10/2026).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, tren positif ini didorong oleh komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memperkuat kepastian hukum dan transparansi perizinan. Pemkot menerapkan integrasi layanan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta menyediakan Klinik Investasi.
"Sistem kami memungkinkan pemantauan real-time dari ruang kerja, berapa izin yang masuk dan selesai, semua terpantau. Kami juga menyediakan Klinik Investasi yang mendampingi investor, mulai dari perhitungan Break Even Point (BEP) hingga estimasi lama pembangunan," ujar Eri Cahyadi, Jumat, (9/10/2026).