Eri menegaskan, masuknya investasi diharapkan tidak hanya sekadar menambah angka akumulasi modal, tetapi juga memberikan dampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal warga Surabaya serta menggerakkan sektor UMKM.
Berdasarkan struktur jenis penanaman modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi tulang punggung investasi di Kota Pahlawan. Hingga semester I 2026, PMDN menyumbang sebesar Rp21,974 triliun yang terbagi dalam 67.625 proyek. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp1,633 triliun dari 1.215 proyek.
Pada kategori PMA, Singapura menjadi negara penyumbang modal terbesar dengan nilai Rp409,79 miliar (253 proyek). Posisi selanjutnya ditempati oleh Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebesar Rp365,76 miliar (510 proyek), Malaysia sebesar Rp302,42 miliar (16 proyek), Korea Selatan sebesar Rp172,35 miliar (42 proyek), dan Belanda sebesar Rp136 miliar (15 proyek). Gabungan negara-negara lainnya menyumbangkan Rp247,06 miliar dari 379 proyek.