Berburu 'Limit Terbaik' di Kolam Jala Krida Tirta Demi Kejayaan Kota Pahlawan

surabaya | 19 Oktober 2026 07:45

Berburu 'Limit Terbaik' di Kolam Jala Krida Tirta Demi Kejayaan Kota Pahlawan
Ajang SRC 2026 di ko;am Jala Krida Tirta. (dok jatimpos)

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co - Gemericik air berkilat diterpa sinar matahari di Kolam Renang Jala Krida Tirta, Surabaya, Sabtu, (17/10/2026). Ratusan peselam muda dari berbagai pelosok Jawa Timur bersiap di atas blok start, menanti aba-aba untuk meluncur dan membelah lintasan. Di balik cipratan air dan adu kecepatan dalam gelaran Kejuaraan Selam (Finswimming) Surabaya Rising Champion (SRC) 2026 ini, ada pertaruhan besar yang sedang disiapkan Kota Pahlawan.

 

Ajang yang berlangsung selama dua hari hingga Minggu, (18/10/2026) tersebut diikuti tak kurang dari 350 atlet dari 27 klub se-Jawa Timur. Bagi kontingen Surabaya, kejuaraan ini bukan sekadar mengejar piala rutin, melainkan laboratorium evaluasi sekaligus kawah candradimuka untuk menyaring amunisi terbaik menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Dilansir dari jatimpos.co, Senin, (19/10/2026).

 

Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Surabaya sekaligus Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Pemkot Surabaya, Dedik Irianto, menegaskan bahwa 110 nomor pertandingan yang diperlombakan menjadi panggung uji kemampuan para atlet secara objektif.

 

Perenang dari Surabaya harus bersaing ketat dengan perwakilan daerah lain, seperti Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Tuban, Tulungagung, Kediri, Malang, Kota Batu, Mojokerto, hingga Banyuwangi.

 

“Kejuaraan ini turut melibatkan atlet tingkat sekolah dasar sebagai upaya mendorong pembinaan dan pengembangan bakat sejak dini. Bagi Surabaya, kompetisi ini juga menjadi ajang simulasi Porprov Jawa Timur 2027 untuk mengevaluasi kemampuan atlet sekaligus mengukur kesiapan mereka menghadapi kompetisi mendatang,” tutur Dedik.