Antisipasi Krisis Lahan Makam Pascapandemi, DPRD Surabaya Siapkan 50 Hektare di Pakal

surabaya | 23 Oktober 2026 05:22

Antisipasi Krisis Lahan Makam Pascapandemi, DPRD Surabaya Siapkan 50 Hektare di Pakal
Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya menyiapkan lahan pemakaman baru seluas 50 hektare di kawasan Sumberjo, RW 8, Kecamatan Pakal. Langkah ini diambil guna mengantisipasi keterbatasan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Pahlawan yang kian menipis, terutama TPU Keputih pascapandemi Covid-19.

 

Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, mengungkapkan bahwa ketersediaan lahan makam menjadi salah satu perhatian utama masyarakat saat ini. Pasca-pandemi Covid-19, kapasitas sejumlah TPU besar, termasuk TPU Keputih, dilaporkan nyaris penuh. Dilansir dari jawapos.com, Jumat, (23/10/2026).

 

"TPU Keputih memang sudah hampir habis pasca-Covid-19. Untuk makam Babat Jerawat, utamanya, kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah Pakal," ujar pria yang akrab disapa Kaji Ipuk tersebut, Kamis (22/10).

 

 

Syaifuddin menjelaskan, proses penyiapan lahan di Sumberjo saat ini tengah berjalan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang warga Surabaya. Dari total area 50 hektare tersebut, sekitar 5 hektare diproyeksikan khusus untuk memenuhi kebutuhan warga lokal setempat.

 

Secara teknis, dengan asumsi ukuran standar petak makam 2 x 1,5 meter (3 meter persegi), lahan tersebut secara matematis sanggup menampung hingga 166.666 petak makam. Kendati demikian, kapasitas riil di lapangan dipastikan akan disesuaikan dengan kebutuhan tata ruang, seperti akses jalan, saluran drainase, ruang terbuka hijau (RTH), dan fasilitas pendukung lainnya.

 

Selain penataan fisik, aspek kelestarian lingkungan dan penghijauan juga menjadi prioritas dalam perencanaan TPU Pakal ini. Penanaman pohon di sekitar area makam ditargetkan dapat menjaga ekosistem sekitar serta menciptakan suasana yang teduh.

 

"Masyarakat tidak perlu risau soal ketersediaan lahan pemakaman. Kita siapkan lahan yang cukup, sekaligus memperhatikan tata ruang dan dampak lingkungannya," pungkas Syaifuddin. (ivan)