Herry menambahkan, makna “Suroboyo Wani” memiliki relevansi yang sangat kuat dengan tantangan masyarakat masa kini. Keberanian di era modern tidak lagi sebatas memegang senjata, melainkan diwujudkan melalui prestasi, kreativitas, pendidikan, hingga kepedulian sosial.
“Semangat wani harus terus hidup dalam diri arek-arek Suroboyo. Kalau dahulu para pejuang berani mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan, sekarang kita bisa meneruskannya dengan berani belajar, berkarya, berprestasi, menjaga persaudaraan, dan memberikan kontribusi positif bagi kota,” tegas Herry.
Libatkan Ribuan Peserta
Parade Surabaya Juang 2026 diperkirakan akan menyedot perhatian ribuan penonton dari dalam maupun luar kota. Acara ini akan diikuti oleh sekitar 2.150 peserta yang terdiri dari pelbagai elemen:
- Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI)
- Prajurit TNI dan Polri
- Paskibraka
- Komunitas pecinta sejarah
- Unsur pemuda dan komunitas masyarakat umum
“Kehadiran mereka akan membentuk rangkaian parade yang memadukan rekonstruksi sejarah, nilai kebangsaan, dan ekspresi budaya dalam satu perayaan untuk mengenang perjuangan bangsa,” pungkasnya. (ivan)