Usung Tema 'Suroboyo Wani', Parade Surabaya Juang 2026 Angkat Perjuangan Pemain Persebaya

surabaya | 27 Oktober 2026 20:03

Usung Tema 'Suroboyo Wani', Parade Surabaya Juang 2026 Angkat Perjuangan Pemain Persebaya
Dokumentasi pentas seni dan teatrikal Surabaya Juang tahun 2025. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar parade tahunan Parade Surabaya Juang 2026 pada Minggu, (1/11/2026) mendatang. Mengusung tema “Suroboyo Wani”, perhelatan pahlawan tahun ini akan menyoroti kisah heroik Soegiarto, seorang pemain legendaris Persebaya yang rela meninggalkan lapangan hijau demi memanggul senjata melawan penjajah.

 

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, menyampaikan bahwa ajang ini diselenggarakan tidak sekadar sebagai pertunjukan visual, tetapi juga sebagai refleksi dan edukasi nilai-nilai perjuangan bagi generasi muda. Dilansir dari jatimpos.co, Selasa, (27/10/2026).

 

“Parade Surabaya Juang bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga ruang bagi kita untuk kembali mengingat perjuangan para pahlawan dan mewariskan semangat kepahlawanan kepada generasi muda. Kami mengajak seluruh warga untuk hadir, meramaikan, dan bersama-sama menghidupkan suasana Kota Pahlawan dengan semangat Suroboyo Wani,” kata Herry di Surabaya, Selasa, (27/10/2026).

 

 

 

Rangkaian parade dijadwalkan bakal dimulai pada pukul 14.30 WIB, mengambil titik start di kawasan ikonik Tugu Pahlawan (Jalan Pahlawan) dan berakhir di kawasan Balai Pemuda/Alun-Alun Surabaya (Jalan Gubernur Suryo).

 

Sepanjang rute kurang lebih 2,5 kilometer tersebut, penonton akan disuguhkan rekonstruksi babak-babak sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo. Beberapa atraksi teatrikal yang disiapkan antara lain:

 

  1. Teatrikal Perjuangan Soegiarto: Mengisahkan nasionalisme atlet/pemain sepak bola Persebaya yang turun ke medan perang.
  2. Perjuangan TGP: Atraksi teatrikal Tentara Genie Pelajar di kawasan persimpangan gedung eks-Siola.
  3. Pertempuran 10 November 1945: Simulasi puncaknya pertempuran yang disajikan di titik akhir rute (Balai Pemuda).

 

 

 

Herry menambahkan, makna “Suroboyo Wani” memiliki relevansi yang sangat kuat dengan tantangan masyarakat masa kini. Keberanian di era modern tidak lagi sebatas memegang senjata, melainkan diwujudkan melalui prestasi, kreativitas, pendidikan, hingga kepedulian sosial.

 

“Semangat wani harus terus hidup dalam diri arek-arek Suroboyo. Kalau dahulu para pejuang berani mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan, sekarang kita bisa meneruskannya dengan berani belajar, berkarya, berprestasi, menjaga persaudaraan, dan memberikan kontribusi positif bagi kota,” tegas Herry.

 

Libatkan Ribuan Peserta

 

Parade Surabaya Juang 2026 diperkirakan akan menyedot perhatian ribuan penonton dari dalam maupun luar kota. Acara ini akan diikuti oleh sekitar 2.150 peserta yang terdiri dari pelbagai elemen:

  • Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI)
  • Prajurit TNI dan Polri
  • Paskibraka
  • Komunitas pecinta sejarah
  • Unsur pemuda dan komunitas masyarakat umum

 

“Kehadiran mereka akan membentuk rangkaian parade yang memadukan rekonstruksi sejarah, nilai kebangsaan, dan ekspresi budaya dalam satu perayaan untuk mengenang perjuangan bangsa,” pungkasnya. (ivan)