SURABAYA, PustakaJC.co – Kepedulian sosial ditunjukkan Warteg Sami Asih 2 di kawasan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Warung makan sederhana ini membuka program makan gratis bagi mahasiswa perantauan asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang mengalami keterlambatan kiriman biaya hidup dari kampung halaman.
Program tersebut telah berjalan sekitar dua pekan terakhir dan mendapat sambutan hangat dari mahasiswa. Setiap hari, belasan hingga puluhan mahasiswa datang silih berganti, terutama pada sore hari, untuk menikmati hidangan tanpa dipungut biaya. DIlansir dari detik.com, Sabtu, (20/12/2025).
Pelayan Warteg Sami Asih 2, Rifai, mengatakan program ini dijalankan berkat dukungan donasi dari para dermawan. Seluruh bantuan yang diterima dimanfaatkan untuk penyediaan makanan gratis bagi mahasiswa yang membutuhkan.
“Donasi yang masuk kami kelola sepenuhnya untuk program makan gratis ini,” ujar Rifai, Jumat, (19/12/2025).
Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, mahasiswa cukup menunjukkan KTP sesuai daerah asal yang ditentukan dan mengisi data singkat berupa nama serta asal daerah. Pendataan ini dilakukan sebagai bentuk transparansi sekaligus pengawasan.
Dalam sehari, jumlah penerima manfaat berkisar 10 hingga 15 orang, bahkan bisa mencapai 30 mahasiswa. Mereka bebas memilih menu yang tersedia, baik ayam, telur, maupun lauk lainnya, tanpa batasan waktu dan jumlah.
“Kami bebaskan pilih menu apa saja. Datang pagi, siang, atau sore juga boleh,” kata Rifai.
Meski program ini berdampak pada penurunan omzet hingga sekitar 80 persen, pihak warteg mengaku tidak keberatan. Menurut Rifai, niat utama program tersebut adalah membantu mahasiswa perantauan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
“Pendapatan memang turun, tapi tidak masalah. Yang penting bisa membantu,” ujarnya.
Saat ini, program makan gratis hanya dilaksanakan di satu cabang untuk memudahkan pengawasan. Pihak pengelola juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin berdonasi, baik dalam bentuk uang maupun bahan makanan.
Program tersebut akan terus berjalan selama donasi masih tersedia dan hasil koordinasi dengan pengelola memungkinkan. (ivan)