SURABAYA, PustakaJC.co – Seorang pustakawan asal Los Angeles, Amerika Serikat, Rosie Grant (36), memiliki cara tak biasa dalam mengenang orang-orang yang telah meninggal dunia. Ia menelusuri resep masakan yang terukir di batu nisan, lalu memasaknya sebagai bentuk penghormatan dan kenangan.
Kebiasaan unik ini bermula saat Grant menjalani magang di sebuah pemakaman di New York. Saat itu, ia menemukan resep kue spritz yang terukir di batu nisan seorang perempuan. Rasa penasaran membawanya mencoba memanggang kue tersebut, lalu memakannya di dekat makam sang pemilik resep. Dilansir dari rm.id, Minggu, (18/1/2026).
Pengalaman sederhana itu berkembang menjadi misi pribadi yang terus ia jalani hingga kini.
“Awalnya saya pikir ini hanya akan terjadi sekali,” ujar Grant.
Selama lima tahun terakhir, Grant telah mengumpulkan dan memasak sekitar 40 resep yang berasal dari batu nisan. Menu yang dibuat beragam, mulai dari aneka kue hingga hidangan seperti meatloaf. Baginya, resep bukan sekadar panduan memasak, melainkan bagian dari identitas dan kisah hidup seseorang.
“Ini seperti berbagi hidangan terakhir dengan mereka yang telah wafat,” katanya.
Seiring waktu, cara Grant memperoleh resep pun berubah. Ia tak lagi hanya berkeliling pemakaman, tetapi juga menerima kiriman resep dari keluarga almarhum atau pengunjung makam.
Salah satu pengalaman paling berkesan terjadi saat ia diundang memasak bersama keluarga pemilik resep di Nome, Alaska. Grant membuat kue bersama anak dan cicit seorang perempuan yang resepnya terukir di batu nisan.
“Keluarganya sangat ramah. Itu pengalaman paling indah yang pernah saya alami,” pungkas Grant. (ivan)