Jelang Ramadan, Usaha Sari Matoa Warga Sukorejo Pasuruan Raup Omzet Puluhan Juta

kuliner | 21 Januari 2026 20:02

 

Ia menjelaskan, sebagian besar pesanan disiapkan sebagai stok konsumsi masyarakat untuk kebutuhan Lebaran. Tingginya permintaan membuat proses produksi dilakukan secara bertahap guna menjaga kualitas produk.

 

Menurut Wiji, pemasaran sari matoa sejauh ini masih difokuskan di wilayah Kabupaten Pasuruan. Selain keterbatasan pasokan buah matoa, tingginya kebutuhan lokal—terutama dari kawasan pabrik di sekitar Sukorejo—menjadi alasan utama distribusi belum diperluas ke luar daerah.

 

Dari sisi cita rasa, sari matoa memiliki keunikan tersendiri. Minuman ini menawarkan perpaduan rasa leci, rambutan, dan kelengkeng, yang terasa semakin segar ketika disajikan dingin.