PASURURAN, PustakaJC.co – Menjelang bulan suci Ramadan, produk minuman sari matoa produksi industri rumahan di Kabupaten Pasuruan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Salah satunya usaha sari matoa milik Wiji Astuti, warga Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo, yang mampu mencatatkan omzet hingga puluhan juta rupiah.
Usaha sari buah matoa tersebut telah digeluti Wiji sejak 2016. Permintaan terhadap produknya terbilang stabil sepanjang tahun, namun selalu melonjak tajam menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Rabu, (21/1/2026).
“Saat ini kami sedang menyelesaikan pesanan sekitar 5.000 kardus kecil. Isinya sari matoa kemasan gelas dengan harga Rp25 ribu per kardus,” ujar Wiji, Selasa, (20/1/2026).