JAKARTA, PustakaJC.co — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga di ratusan daerah menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Komoditas yang paling dominan memicu kenaikan inflasi adalah daging sapi, cabai rawit, dan telur ayam ras.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono mengatakan temuan tersebut berdasarkan hasil survei Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu kedua Maret 2026.
Menurutnya, kenaikan harga sejumlah bahan pangan tersebut memberi andil cukup besar terhadap peningkatan IPH di berbagai wilayah. Selain daging sapi dan cabai rawit, komoditas lain yang ikut mendorong inflasi adalah daging ayam ras dan beras. Demikian dilansir dari kompas.com, minggu, (16/3/2026).
BPS mencatat kenaikan IPH terjadi di 222 kabupaten/kota pada pekan kedua Maret 2026. Jumlah ini meningkat dibandingkan pekan pertama Maret yang tercatat terjadi di 204 daerah.
Beberapa wilayah mencatat kenaikan IPH cukup tinggi. Di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, kenaikan mencapai 3,17 persen yang dipicu naiknya harga daging sapi, ayam ras, dan beras. Sementara di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, IPH naik 3,04 persen akibat kenaikan harga daging sapi dan ayam ras.
Di Tulang Bawang Barat, Lampung, lonjakan harga juga dipicu komoditas serupa. Sedangkan di Brebes, Jawa Tengah, kenaikan IPH mencapai 3,07 persen yang didorong oleh meningkatnya harga cabai rawit, daging ayam ras, dan daging sapi.
Di wilayah DKI Jakarta, tepatnya Kepulauan Seribu, inflasi tercatat mencapai 2,85 persen yang dipengaruhi kenaikan harga daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah.
BPS juga mencatat beberapa daerah di Jawa Timur seperti Ponorogo, Pasuruan, dan Malang mengalami kenaikan IPH yang dipicu terutama oleh naiknya harga cabai rawit dan daging ayam ras.
Secara nasional, harga telur ayam ras mengalami kenaikan di 230 kabupaten/kota, meningkat dari 210 daerah pada pekan pertama Maret. Harga tertinggi tercatat mencapai Rp100.000 per kilogram di Kabupaten Intan Jaya.
Cabai rawit juga mengalami kenaikan di 199 kabupaten/kota dengan harga tertinggi mencapai Rp200.000 per kilogram di Kabupaten Nduga. Sementara harga daging ayam ras naik di 192 kabupaten/kota dengan harga tertinggi Rp100.000 per kilogram di Intan Jaya.
Selain itu, minyak goreng berbagai kualitas tercatat mengalami kenaikan harga di 112 kabupaten/kota dengan harga tertinggi mencapai Rp60.000 per liter.
BPS mengingatkan kenaikan harga cabai rawit dan minyak goreng perlu menjadi perhatian karena berpotensi terus memicu tekanan inflasi menjelang Hari Raya. (frcn)