Kompor Listrik Bersubsidi Didorong Lagi, Antisipasi Gejolak Energi Global dan Ketergantungan LPG

kuliner | 27 Maret 2026 16:20

Kompor Listrik Bersubsidi Didorong Lagi, Antisipasi Gejolak Energi Global dan Ketergantungan LPG
Ilustrasi: LPG subsidi dan non-subsidi. (dok Jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah didorong untuk kembali mengintensifkan program kompor listrik bersubsidi sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global. 

 

 

Direktur Eksekutif Koordinator Daulat Energi, Ridwan Hanafi, menilai program ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama akibat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memicu lonjakan harga energi dunia.

 

 

“Program kompor listrik perlu digaungkan kembali karena sangat relevan dengan kondisi saat ini. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kapasitas fiskal negara dalam mengelola kebijakan subsidi energi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Demikian dikutip dari Jawapos.com, Jum'at, (27/3/2026). 

 

 

Menurut Ridwan, pengembangan kompor listrik menjadi langkah penting dalam upaya diversifikasi energi, khususnya di sektor rumah tangga. Pemanfaatan listrik dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, terutama LPG yang selama ini masih mendominasi kebutuhan domestik.

 

 

Ia mengungkapkan, realisasi belanja subsidi LPG terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Bahkan, pada 2025, Indonesia masih mengimpor lebih dari 70 persen kebutuhan LPG dalam negeri.

 

 

“Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat serta dukungan infrastruktur yang memadai, penggunaan kompor listrik dapat menjadi solusi energi rumah tangga yang lebih efisien dan berkelanjutan,” jelasnya.

 

 

Ridwan juga menekankan pentingnya penguatan implementasi serta sosialisasi yang komprehensif agar program ini dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal, baik bagi masyarakat maupun keuangan negara.

 

 

Sementara itu, meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah turut berdampak pada kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi, termasuk LPG di Indonesia. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mengajak masyarakat lebih bijak dalam menggunakan energi.

 

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengimbau masyarakat agar menggunakan LPG secara efisien dan tidak berlebihan.

 

 

“Kalau masakannya sudah matang, jangan kompornya tetap menyala. Kita harus bersama-sama menggunakan energi secara bijaksana,” ujarnya saat kunjungan kerja di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3).

 

 

Ia menegaskan, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga ketahanan energi nasional, terutama di tengah tekanan global yang terus berkembang. (frcn)