GRESIK, PustakaJC.co – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gresik mulai terhimpit lonjakan harga bahan kemasan plastik pasca Lebaran 2026. Tak hanya mahal, ketersediaan barang di pasaran juga mulai langka.
Kenaikan harga yang mencapai 30 hingga 40 persen ini paling dirasakan pelaku usaha minuman kemasan yang bergantung pada botol plastik sebagai wadah utama produk. Dampaknya, biaya produksi melonjak, sementara harga jual belum bisa ikut dinaikkan. Dilansir dari gresiksatu.com, (10/4/2026):
Salah satu pelaku UMKM minuman tradisional, M. Ismail Fahmi, mengaku harus berburu stok hingga ke pabrik di kawasan Rungkut karena barang di toko-toko kosong.
“Kenaikannya sekitar 30 sampai 40 persen. Saya sampai langsung ke pabrik karena di toko sudah banyak yang kosong,” ujarnya, Kamis, (9/4/2026).