Ia menyebut kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pelaku usaha untuk mempertahankan bisnis di tengah persaingan yang semakin padat.
Selain persaingan antarpelaku usaha, biaya operasional dari platform pengiriman makanan daring juga menjadi salah satu persoalan yang dapat menekan keuntungan bisnis kuliner.
Agung mengatakan, besarnya komisi platform pengiriman dapat memberikan dampak langsung terhadap profitabilitas setiap transaksi yang dilakukan melalui layanan pesan-antar.
“Di tengah kondisi ekonomi yang menekan margin dari segala arah, selisih komisi ini bukan angka kecil karena dapat langsung berdampak pada profitabilitas setiap transaksi delivery yang masuk,” ujarnya.