Sementara itu, F&B Educator and Management Consultant Agung Haryadi menilai persaingan bisnis kuliner di Surabaya semakin ketat. Pertumbuhan jumlah tempat usaha kuliner dinilai cukup pesat, sementara pertumbuhan jumlah konsumen tidak selalu mengikuti.
“Pasar F&B Surabaya sekarang ini keras. Nyaris tiap ruko kosong jadi kafe baru, tapi jumlah konsumennya tidak bertambah secepat itu,” kata Agung.