Jejak Sejarah Warteg dari Lapak Kuli Bangunan Hingga Merambah Pasar Digital

kuliner | 08 September 2026 17:51

Jejak Sejarah Warteg dari Lapak Kuli Bangunan Hingga Merambah Pasar Digital
Menu yang tersedia di etalase Warteg. (dok kompas)

SURABAYA, PustakaJC.co - Fenomena Warung Tegal (Warteg) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap kuliner perkotaan di Indonesia. Dikenal lewat etalase kaca ikonik yang memajang puluhan jenis lauk-pauk, rumah makan sederhana ini menjadi pilihan utama masyarakat dari berbagai lapisan sosial untuk mendapatkan santapan yang terjangkau.

 

Akar sejarah keberadaan Warteg melacak balik ke era 1950-an hingga 1960-an. Pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno, Jakarta tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur secara masif. Proyek-proyek besar tersebut memicu gelombang urbanisasi, termasuk kedatangan para perantau asal Tegal, Jawa Tengah, yang berprofesi sebagai kuli bangunan. Dilansir dari kompas.com, Selasa, (8/9/2026).

 

Melihat kebutuhan pangan bagi para pekerja kasar di kawasan proyek, keluarga dari para perantau tersebut berinisiatif mendirikan warung makan darurat. Fokus utamanya adalah menyediakan sajian yang murah, bernutrisi, serta porsi yang mengenyangkan sesuai daya beli para buruh.