Meski mempertahankan resep asli, Nur melakukan sedikit penyesuaian teknis penyajian untuk merespons pergeseran demografi pelanggannya yang kini didominasi anak muda. Jika dahulu kopi kasar langsung diseduh tubruk, kini bubuk kopi disaring terlebih dahulu sebelum masuk ke cangkir.
"Kalau dulu kan mayoritas bapak-bapak petambak. Sekarang banyak anak muda, jadi kopinya disaring dulu sebelum diseduh agar lebih praktis," jelasnya.
Eksistensi Warkop Makju diakui oleh para penikmat kopi lintas daerah. Angga Purwacaraka, salah satu pelanggan setia yang juga pengurus LFNU Gresik, menyebut Warkop Makju sebagai destinasi wajib saat melintas di wilayah Gresik Utara.