Bahaya Merokok: Kulit Terancam Penuaan Dini dan Penyakit

gaya hidup | 02 Januari 2025 18:34

Bahaya Merokok: Kulit Terancam Penuaan Dini dan Penyakit
Bahaya Merokok: Kulit Terancam Penuaan Dini dan Penyakit (dok kompas)

SURABAYA, PustakaJC.co - Merokok tidak hanya membahayakan organ-organ dalam tubuh, tetapi juga berdampak buruk pada kesehatan kulit. Zat beracun dalam rokok dapat mempercepat penuaan kulit dan memicu berbagai gangguan kulit. Bahkan, jika kamu sudah memiliki masalah kulit, kebiasaan merokok bisa memperparah kondisi tersebut.

 

Asap rokok mengandung ribuan zat berbahaya, termasuk zat karsinogenik. Paparan jangka panjang terhadap zat ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, seperti penyakit jantung, gangguan paru-paru, hingga kanker.

 

Selain itu, merokok dapat merusak kulit dan memicu berbagai masalah kulit. Dampak ini tidak hanya dialami oleh perokok aktif, tetapi juga oleh perokok pasif atau orang yang terpapar asap rokok, yang berisiko mengalami gangguan kesehatan pada kulit.

 

 

Dampak Merokok pada Kulit

Dilansir dari alodokter, berikut adalah beberapa bahaya merokok bagi kesehatan kulit:

 

1. Meningkatkan Risiko Penuaan Dini
Merokok dapat menyempitkan pembuluh darah, mengurangi aliran oksigen dan nutrisi ke kulit. Zat-zat berbahaya dalam asap rokok juga dapat mengurangi produksi kolagen, elastin, dan vitamin A yang penting bagi kulit.

 

Akibatnya, kulit menjadi lebih kendur, berkerut, dan tampak lebih tua. Kerutan sering muncul di area wajah seperti antara alis, dahi, dan sekitar bibir. Selain itu, kantung mata bisa membengkak, bibir menjadi lebih tipis, dan merokok juga bisa menyebabkan payudara menjadi kendur.

 

2. Memicu Hiperpigmentasi
Kebiasaan merokok bisa meningkatkan produksi melanin di kulit, menyebabkan hiperpigmentasi atau bintik-bintik hitam, terutama di wajah. Selain itu, nikotin dalam rokok juga dapat membuat jari-jari tangan menjadi kuning.

 

3. Menghambat Penyembuhan Luka
Karena merokok menyempitkan pembuluh darah, aliran darah ke seluruh tubuh menjadi terhambat. Ini menyebabkan luka, bahkan yang kecil sekalipun, membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh. Selain itu, luka pun lebih berisiko meninggalkan bekas jaringan parut.

 

4. Memicu Berbagai Penyakit Kulit
Penelitian menunjukkan bahwa perokok lebih berisiko mengalami eksim atau hidradenitis suppurativa. Zat-zat dalam rokok dapat merusak sel-sel kulit dan berpotensi menyebabkan kanker kulit, seperti karsinoma sel skuamosa. Merokok juga dapat meningkatkan risiko penyakit autoimun kulit seperti psoriasis atau penyakit Buerger. (nov)