Ingatan Bayi: Mitos Amnesia Infantil Terkuak? Studi Yale Bongkar Rahasia Otak Bayi

gaya hidup | 29 Maret 2025 00:05

Ingatan Bayi: Mitos Amnesia Infantil Terkuak? Studi Yale Bongkar Rahasia Otak Bayi
Tim yang dipimpin oleh Tristan Yates menggunakan rangkaian gambar untuk menguji ingatan episodik. Bayi yang pernah melihat gambar tersebut. (dok aladokter.com)

JAKARTA, PustakaJC.co - Penelitian terbaru dari Yale University mengguncang paradigma lama dengan mengungkap bahwa otak bayi mampu menyimpan memori, meski ingatan itu mungkin tersembunyi dan sulit diakses saat dewasa.


Selama ini, fenomena amnesia infantil dianggap sebagai akibat hipokampus yang belum berkembang sempurna. Namun, studi yang dipublikasikan di jurnal Science (20 Maret 2025) menunjukkan bahwa otak bayi sebenarnya bisa mengenali gambar yang pernah mereka lihat. Dalam penelitian yang melibatkan 26 bayi berusia empat bulan hingga dua tahun, tim yang dipimpin oleh Tristan Yates menggunakan rangkaian gambar untuk menguji ingatan episodik. Bayi yang pernah melihat gambar tersebut menunjukkan ketertarikan yang lebih lama ketika gambar itu diperlihatkan kembali, disertai peningkatan aktivitas di area hipokampus. Dikutip dari detik.com Sabtu, (29/3/2025).

 

Profesor psikologi dari Fakultas Seni dan Sains Yale University, Nick Turk-Browne, menjelaskan,

 

"Walaupun ingatan episodik dapat terbentuk sejak dini, kemungkinan besar memori tersebut tidak diubah menjadi penyimpanan jangka panjang dan sulit diakses di kemudian hari."

Pernyataan ini membuka peluang untuk penelitian lebih jauh mengenai bagaimana ingatan awal kehidupan disimpan dan mengapa ia tampak memudar seiring pertumbuhan.

 

Penemuan ini tidak hanya mengubah pandangan kita tentang perkembangan otak, tetapi juga menantang asumsi lama mengenai keterbatasan memori masa bayi. Beberapa peneliti bahkan mempertimbangkan kemungkinan radikal bahwa ingatan tersebut bisa bertahan dalam bentuk tertentu hingga dewasa, meskipun tidak langsung bisa diingat.

 

Studi ini membuka babak baru dalam memahami perkembangan memori dan potensi ingatan masa kecil yang tersembunyi. Dengan temuan yang menggugah ini, dunia sains semakin dekat untuk menguak misteri otak manusia sejak awal kehidupan sebuah langkah penting yang berpotensi merubah cara kita memandang memori dan identitas sejak lahir. (ivan)