ITS Run 2025 Jadi Magnet Sport Tourism, BNI Dorong Ekonomi Lokal dan Gaya Hidup Digital

gaya hidup | 03 November 2025 19:45

ITS Run 2025 Jadi Magnet Sport Tourism, BNI Dorong Ekonomi Lokal dan Gaya Hidup Digital
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Rektor ITS Prof Bambang Pramujati ramaikan ITS Run Fest 2025. (dok jawapos)

SURABAYA,PustakaJC.co – Ribuan pelari tumpah ruah di jantung Kota Surabaya dalam ajang wondr Surabaya ITS Run 2025, kolaborasi antara BNI, ITS, dan Pemerintah Kota Surabaya. Tak sekadar lomba lari, acara ini menjadi bukti bahwa sport tourism mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus menumbuhkan budaya hidup sehat di era digital.

 

Sebanyak 3.000 peserta dari berbagai komunitas, alumni, dan masyarakat umum memadati rute ikonik kota mulai dari Balai Kota, Jalan Gubernur Suryo, Taman Apsari, hingga Kampus ITS Sukolilo. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Rektor ITS Prof Bambang Pramujati, dan Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho. Dilansir dari jawapos.com, Senin, (3/11/2025).

 

Dalam sambutannya, Eko Setyo Nugroho menegaskan bahwa BNI berkomitmen mendukung gaya hidup sehat yang terintegrasi dengan layanan keuangan digital.

 

“Kami hadir sebagai mitra masyarakat dalam membangun ekosistem gaya hidup sehat yang didukung kemudahan transaksi digital,” ujar Eko.

 

 

Peserta dan pengunjung juga dapat menikmati berbagai layanan digital seperti wondr by BNI, TapCash, dan Debit Contactless untuk bertransaksi selama acara. Langkah ini sekaligus memperluas akses inklusi keuangan digital di ruang publik.

 

Sementara itu, Wali Kota Eri Cahyadi menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai sport tourism menjadi cara efektif menghidupkan ruang kota dan membuka peluang bagi pelaku UMKM.

 

“Event ini bukan hanya soal olahraga, tapi wadah memperkuat kolaborasi dan ekonomi rakyat,” tegas Eri.

 

 

 

Ketua Harian IKA ITS PW Jatim Yoke Candra Katon menilai ITS Run 2025 sebagai model sinergi baru yang menyatukan dunia akademik, alumni, pemerintah, dan sektor bisnis.

 

“Ajang ini membuktikan kolaborasi nyata antara pengetahuan, jaringan alumni, kebijakan publik, dan inovasi keuangan,” ujarnya.

 

Selain itu, Ketua Panitia Malik Atmadja menyampaikan bahwa kegiatan ini juga melibatkan puluhan UMKM binaan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Dinkopumdag).

 

“Peserta berlari, masyarakat berdaya. Perputaran ekonomi meningkat berkat keterlibatan UMKM lokal,”katanya.

 

 

 

Ke depan, ITS berencana menjadikan wondr Surabaya ITS Run Fest sebagai agenda tahunan untuk terus menumbuhkan semangat sport tourism di Surabaya.

 

“Filosofi berlari mencerminkan semangat ITS untuk berpacu dengan waktu dan terus memberi manfaat bagi bangsa,” pungkas Wakil Rektor II ITS Machsus. (ivan)