Pengiriman Perdana RDF, Solusi Bangun Indonesia Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

gaya hidup | 07 November 2025 09:00

Pengiriman Perdana RDF, Solusi Bangun Indonesia Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, melakukan prosesi menandai pengiriman perdana RDF hasil pengolahan sampah dari Kabupaten Sumenep ke Pabrik PT Solusi Bangun Indonesia Tbk di Tuban, Jawa Timur. (dok jatimpos)

TUBAN, PustakaJC.co – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), anak usaha Semen Indonesia Group (SIG), bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi memulai pengiriman perdana Refuse-Derived Fuel (RDF) hasil olahan sampah dari Sumenep ke pabrik SBI di Tuban, Jawa Timur, Kamis (6/11/2025).

 

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang telah dilakukan sejak 6 September 2024. RDF yang dihasilkan akan digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti sebagian batu bara dalam proses produksi semen SBI. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (7/11/2025).

 

Prosesi pengiriman perdana disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, didampingi jajaran Pemkab Sumenep. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Plh. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumenep, Anwar Syahroni, dan Direktur Operasi SBI, Edi Sarwono di Graha Mandaraka, Kawasan Keraton Sumenep.

 

 

Kabupaten Sumenep sendiri menghasilkan sekitar 116 ton sampah per hari dari tujuh kecamatan di wilayah seluas 2.093 kilometer persegi. Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk yang mencapai 1,1 juta jiwa.

 

KH. Imam Hasyim menegaskan, program konversi sampah menjadi RDF tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

 

“Kami bekerja sama dengan Solusi Bangun Indonesia yang berpengalaman dalam pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif. Dampak kerja sama ini lebih luas lagi dan sangat positif bagi daerah,”ujarnya.

 

 

 

Sementara itu, Direktur Operasi SBI, Edi Sarwono, menilai kolaborasi ini menjadi langkah nyata industri dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

 

“Pemanfaatan RDF tidak hanya membantu pemerintah daerah menciptakan lingkungan yang sehat, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada energi fosil serta mendukung penurunan emisi karbon,” jelasnya.

 

Keberhasilan Kabupaten Sumenep memenuhi standar teknis dan kualitas RDF menjadi tonggak penting dalam penerapan sistem pengelolaan sampah modern dan efisien. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa sinergi antara industri dan pemerintah daerah dapat menjadi solusi nyata bagi masalah sampah sekaligus mendukung ekonomi hijau di tingkat lokal. (ivan)