Pesawat CASA dipilih karena kemampuannya mendarat di landasan pendek—kriteria penting di tengah infrastruktur yang rusak. Helikopter tambahan juga disiagakan untuk menjangkau wilayah terisolir yang tidak dapat diakses melalui jalur darat.
Selain itu, prajurit Marinir, zeni, dan batalyon kesehatan turut diperbantukan untuk evakuasi, pembukaan jalur darat, hingga penanganan medis darurat. Kepulauan Nias menjadi salah satu fokus utama karena sempat terputus total dari jalur logistik. Untuk itu, TNI AL mengerahkan kapal LST (Landing Ship Tank) yang mampu beaching, mendarat langsung di pantai demi mempercepat distribusi bantuan.
“Kami bekerja terpadu dengan BNPB, TNI-Polri, dan Pemerintah Daerah. Semua tenaga dan upaya kami kerahkan, sesuai arahan Presiden Prabowo agar TNI menjadi ‘first in action’ saat rakyat kesulitan,”tegasnya.