Ia memaparkan beberapa langkah pemerintah, mulai dari perluasan akses internet di wilayah blank spot, peningkatan keamanan siber melalui program JAGUAR, hingga penguatan edukasi digital lewat program CERDIG dan pelatihan keamanan digital.
“Perempuan adalah kelompok yang perlu perhatian khusus karena sangat rentan menjadi korban kejahatan digital,” tegasnya.
Imam juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, kampus, dan komunitas yang dinilai efektif dalam membentuk ruang digital yang lebih aman dan memberdayakan.
Melalui sinergi tersebut, Women Care 2025 diharapkan dapat memperkuat kesiapan perempuan menghadapi tantangan digital sekaligus meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan mental di era media sosial. (ivan)