Menurutnya, penurunan ini menunjukkan kinerja baik Dinas Kesehatan kabupaten/kota di Jawa Timur dalam upaya menuju eliminasi HIV-AIDS 2030.
“Semakin dini ditemukan dan diberikan pengobatan, maka penularan bisa ditekan dan angka harapan hidup ODHIV semakin baik,” jelasnya.
Secara wilayah, penemuan kasus HIV tertinggi hingga Oktober 2025 berada di Kota Surabaya sebanyak 983 kasus, disusul Kabupaten Jember (632), Sidoarjo (549), Pasuruan (418), Kabupaten Malang (415), Kota Malang (410), Lumajang (401), Banyuwangi (385), Nganjuk (294), dan Kabupaten Probolinggo (289).
Sementara 28 kabupaten/kota lainnya menyumbang 4.186 kasus.