Dari sisi gender, kasus HIV di Jawa Timur didominasi laki-laki 65 persen, sedangkan perempuan 35 persen.
Pada kelompok usia remaja 15–19 tahun, jumlah kasus juga mengalami penurunan. Tahun 2024 tercatat 333 kasus, sedangkan hingga Oktober 2025 turun menjadi 255 kasus.
Prof Erwin menambahkan, kasus HIV pada anak umumnya terjadi akibat penularan dari ibu yang tidak menjalani pengobatan. Hingga Oktober 2025, ditemukan 75 kasus HIV pada anak atau sekitar 1,05 persen dari total ODHIV.
“Penularan dari ibu ke bayi dapat dicegah melalui skrining sejak awal kehamilan dan pengobatan ARV,” tegasnya.