Ia mencontohkan, anak tuna rungu memiliki kepekaan visual yang lebih tajam sehingga mampu menghasilkan karya dengan sudut pandang unik dan mendalam. Menurutnya, karya yang dipamerkan hanya sebagian kecil dari potensi besar yang dimiliki para anak disabilitas.
Arumi menilai Yayasan Disabilitas Berkarya telah berperan penting dalam membina dan membuka ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakatnya. Ia mengapresiasi pembinaan yang tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga proses dan profesionalisme karya.
“Yang kita lihat bukan hanya lukisan, tapi juga foto-foto dengan kualitas profesional. Mereka punya kontribusi nyata dan hasilnya luar biasa,” tegasnya.