SURABAYA, PustakaJC.co – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, mengapresiasi karya seni anak-anak didik Yayasan Disabilitas Berkarya yang dipamerkan di Dafam Pacific Caesar Surabaya, Minggu, (14/12/2025).
Sedikitnya 30 lukisan dan belasan karya fotografi hasil kreativitas anak-anak penyandang disabilitas dipamerkan. Seluruh karya tersebut merupakan ekspresi murni dari potensi dan kemampuan anak-anak Jawa Timur dengan berbagai keterbatasan. Dilansir dari jatimpos.co, Selasa, (16/12/2025).
“Kalau dibandingkan, kita lewat. Mereka itu spesial. Justru karena dianggap punya kekurangan, mereka memiliki kelebihan di sisi lain,” ujar Arumi.
Ia mencontohkan, anak tuna rungu memiliki kepekaan visual yang lebih tajam sehingga mampu menghasilkan karya dengan sudut pandang unik dan mendalam. Menurutnya, karya yang dipamerkan hanya sebagian kecil dari potensi besar yang dimiliki para anak disabilitas.
Arumi menilai Yayasan Disabilitas Berkarya telah berperan penting dalam membina dan membuka ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakatnya. Ia mengapresiasi pembinaan yang tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga proses dan profesionalisme karya.
“Yang kita lihat bukan hanya lukisan, tapi juga foto-foto dengan kualitas profesional. Mereka punya kontribusi nyata dan hasilnya luar biasa,” tegasnya.
Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak itu menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak dan peluang yang sama untuk berkembang. Ia juga memuji keberagaman gaya lukisan yang ditampilkan, mulai dari realisme, naturalisme hingga ekspresionisme.
“Setiap karya punya cerita, karakter, dan sudut pandang masing-masing. Ini menunjukkan kepribadian dan minat mereka yang berbeda-beda. Keren,” ungkapnya.
Arumi berharap semakin banyak anak-anak daerah yang berani dan bangga menampilkan karya mereka ke ruang publik. TP PKK Jawa Timur, kata dia, berkomitmen terus mendukung pengembangan keterampilan anak disabilitas agar mandiri dan berdaya saing.
“Pembinaan bukan hanya seni, tapi juga keterampilan lain seperti memasak, agar mereka bisa mandiri dan bahkan berwirausaha,” pungkasnya. (ivan)