Rupiah Tergelincir di Awal Pekan, Isu Penyelidikan Ketua The Fed Bikin Pasar Tunggu Arah

gaya hidup | 12 Januari 2026 13:26

Rupiah Tergelincir di Awal Pekan, Isu Penyelidikan Ketua The Fed Bikin Pasar Tunggu Arah
Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (dok antara)

JAKARTA, PustakaJC.co – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan awal pekan, Senin, (12/1/2026). Rupiah dibuka turun 28 poin atau 0,17 persen ke level Rp16.847 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.819 per dolar AS.

 

Analis mata uang Lukman Leong menilai pergerakan rupiah masih dipengaruhi sentimen global, khususnya isu politik dan hukum di Amerika Serikat yang menyasar Ketua The Federal Reserve, Jerome Powell. Dilansir dari suarasurabaya.net, Senin, (12/1/2026).

 

“Pemerintahan Trump membuka penyelidikan kriminal terhadap Powell. Ini menekan indeks dolar AS cukup tajam dan sebenarnya memberi peluang rupiah untuk menguat,” ujar Lukman.

 

 

Federal Reserve sebelumnya mengonfirmasi bahwa jaksa federal AS tengah menyelidiki Powell terkait proyek renovasi kantor pusat bank sentral senilai miliaran dolar. Powell menyebut Departemen Kehakiman telah melayangkan surat panggilan pengadilan yang berpotensi mengarah pada dakwaan pidana atas kesaksiannya di hadapan Komite Perbankan Senat.

 

Menurut Lukman, langkah tersebut dinilai sebagai bentuk intervensi terhadap independensi bank sentral AS dan memicu reaksi pasar yang cukup besar. Namun, dampaknya bisa bersifat sementara.

 

“Rupiah masih berpeluang bergerak volatil ke dua arah, tergantung respons lanjutan pasar global,” katanya.

 

 

 

Di sisi lain, data ekonomi AS masih menunjukkan ketahanan. Penambahan tenaga kerja mencapai 50 ribu orang, meski di bawah ekspektasi, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,4 persen. Data izin pembangunan perumahan dan indeks kepercayaan konsumen juga tercatat lebih baik dari perkiraan.

 

Kondisi ini membuat potensi penguatan rupiah tertahan meski tekanan terhadap dolar AS mulai terlihat. (ivan)