PMI Surabaya juga menggandeng sejumlah instansi, termasuk TNI dan Polri, untuk menggerakkan anggotanya agar turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
“Alhamdulillah banyak bantuan. Kami terus melakukan mobil unit donor, woro-woro di media sosial dan radio, serta bekerja sama dengan instansi seperti TNI dan Polri,” tambah dr. Wandai.
Sementara itu, dr. Wandai memastikan stok darah untuk golongan A, B, dan AB masih dalam kondisi aman. Ia mengakui, tingginya permintaan darah golongan O merupakan fenomena yang sulit diprediksi.
“Ini tidak bisa diprediksi. Dulu pernah golongan darah A yang kritis, sekarang giliran golongan darah O. Kami juga belum mengetahui faktor apa yang menyebabkan permintaannya lebih tinggi,” pungkasnya. (ivan)