Dua Pekan Terakhir Stok Darah O di Surabaya Terbatas

gaya hidup | 15 Januari 2026 18:37

Dua Pekan Terakhir Stok Darah O di Surabaya Terbatas
Ruangan Transfusi Darah Gedung Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Surabaya. (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co - Stok darah golongan O di Kota Surabaya masih berada dalam kondisi terbatas selama dua pekan terakhir, seiring meningkatnya permintaan dari sejumlah rumah sakit, terutama RSUD dr. Soetomo sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur.

 

Kepala Bagian Pelayanan dan Humas PMI Kota Surabaya, dr. Wandai Rasoetedja, mengatakan total stok darah dari seluruh golongan saat ini mencapai sekitar 300 kantong. Namun, khusus golongan darah O, jumlahnya hanya tersisa sekitar 20 hingga 25 kantong dan terus berputar karena sebagian masih dalam proses distribusi. Dilansir dari suarasurabaya.net, Kamis, (15/1/2026).

 

“Untuk golongan darah O stoknya sekitar 20 sampai 25 kantong. Itu pun masih bergulir karena ada yang sedang dalam proses,” ujar dr. Wandai saat ditemui di Kantor PMI Surabaya, Kamis, (15/1/2026).

 

 

Menurutnya, keterbatasan stok tersebut bukan disebabkan menurunnya jumlah pendonor, melainkan karena permintaan dari rumah sakit meningkat signifikan dibandingkan golongan darah lainnya.

 

“Bukan karena pendonornya menurun, tetapi karena permintaan dari rumah sakit sangat tinggi, khususnya untuk golongan darah O,” jelasnya.

 

Guna mengantisipasi kekurangan stok, PMI Surabaya terus menggencarkan berbagai upaya, mulai dari sosialisasi melalui media sosial, Radio Suara Surabaya, hingga menggelar kegiatan donor darah keliling di berbagai titik.

 

 

PMI Surabaya juga menggandeng sejumlah instansi, termasuk TNI dan Polri, untuk menggerakkan anggotanya agar turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.

 

“Alhamdulillah banyak bantuan. Kami terus melakukan mobil unit donor, woro-woro di media sosial dan radio, serta bekerja sama dengan instansi seperti TNI dan Polri,” tambah dr. Wandai.

 

Sementara itu, dr. Wandai memastikan stok darah untuk golongan A, B, dan AB masih dalam kondisi aman. Ia mengakui, tingginya permintaan darah golongan O merupakan fenomena yang sulit diprediksi.

 

“Ini tidak bisa diprediksi. Dulu pernah golongan darah A yang kritis, sekarang giliran golongan darah O. Kami juga belum mengetahui faktor apa yang menyebabkan permintaannya lebih tinggi,” pungkasnya. (ivan)