Menurut Lia, perubahan tren mode sejatinya bersifat berulang. Perbedaannya terletak pada pengolahan warna dan siluet yang disesuaikan dengan konteks zaman.
“Tren itu berputar. Dulu oversize sempat ramai, sekarang muncul lagi. Motif kotak-kotak juga kembali, tapi dengan pendekatan yang berbeda,” katanya.
Di sisi lain, isu sustainable fashion juga menjadi perhatian para perancang. Lia menegaskan, konsep keberlanjutan tidak selalu berarti menggunakan bahan bekas, melainkan bagaimana material—termasuk bahan baru—diolah secara kreatif agar memiliki umur pakai lebih panjang.
“Keberlanjutan itu soal cara mengolah dan memanfaatkan bahan secara bertanggung jawab,” pungkasnya. (ivan)