SURABAYA, PustakaJC.co - ajang World Health Exhibition (WHX) Dubai 2026 menjadi tempat berkumpulnya pelaku industri kesehatan dari berbagai negara untuk memamerkan inovasi produk sekaligus menjajaki peluang kerja sama bisnis global. Pameran yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab tersebut termasuk salah satu agenda industri kesehatan terbesar di kawasan Timur Tengah dan Afrika.
Dalam kegiatan tersebut, perusahaan asal Indonesia, MagicPower turut memperkenalkan berbagai inovasi produk kesehatan kepada pengunjung serta pelaku industri internasional. Partisipasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas akses pasar global bagi produk alat kesehatan buatan dalam negeri.
“Kami melihat potensi besar di kawasan ini. Partisipasi di WHX Dubai menjadi langkah strategis untuk membuka peluang distribusi di pasar baru serta meningkatkan kontribusi terhadap devisa negara melalui ekspor produk dari Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Demikian dikutip dari Jawapos.com, senin, (16/3/2026).
Selama pameran berlangsung, perusahaan tersebut juga melakukan sejumlah pertemuan bisnis dengan calon distributor dari berbagai negara. Langkah ini dilakukan sebagai tahap awal penjajakan kerja sama distribusi produk di pasar internasional.
Produk yang diperkenalkan masuk dalam kategori medical devices, bersama sejumlah perangkat medis lain seperti kondom, pelumas, masker medis, plester luka, hingga sarung tangan lateks. Klasifikasi ini menunjukkan bahwa produk tersebut termasuk alat kesehatan yang mengikuti standar dan regulasi sektor kesehatan, sehingga berpotensi dipasarkan secara lebih luas di berbagai negara.
General Manager Terence Bouman mengatakan bahwa partisipasi dalam pameran tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas jaringan bisnis internasional.
Dukungan terhadap promosi produk Indonesia juga datang dari Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Dubai dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Uni Emirat Arab yang aktif mendorong ekspansi pelaku usaha nasional ke pasar internasional.
Kepala ITPC Dubai Widy Haryono menilai pameran internasional menjadi sarana efektif bagi perusahaan untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus meningkatkan ekspor produk nasional.
Menurutnya, pada 2025 ekspor produk kategori serupa ke Uni Emirat Arab tercatat mencapai USD 74,4 ribu atau meningkat 48,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab Judha Nugraha menyatakan bahwa kehadiran perusahaan Indonesia dalam pameran di kawasan Timur Tengah merupakan bagian dari penguatan diplomasi ekonomi.
“KBRI Abu Dhabi terus mendorong pelaku usaha Indonesia untuk memperluas akses pasar dan memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Uni Emirat Arab,” ujarnya.
Partisipasi pelaku industri nasional dalam pameran internasional diharapkan dapat membuka peluang ekspor baru sekaligus memperkuat posisi produk kesehatan Indonesia di pasar global. (frcn)