SURABAYA, PustakaJC.co - Momen Idul Fitri selalu identik dengan tradisi bagi-bagi uang Lebaran atau “THR kecil” untuk anak-anak hingga keponakan. Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini sering kali membuat pengeluaran membengkak jika tidak direncanakan dengan matang.
Tradisi ini sejatinya bukan sekadar soal uang. Sejak dulu, pemberian uang saat Lebaran menjadi simbol berbagi kebahagiaan, bentuk kasih sayang antar generasi, sekaligus doa agar anak-anak tumbuh dengan rezeki yang baik. Dilansir dari gresiksatu.com, Jumat, (20/3/2026).
Siapa Saja yang Biasanya Memberi?
Umumnya, tradisi ini dilakukan oleh:
• Orang tua kepada anak
• Kakak kepada adik
• Paman dan bibi kepada keponakan
• Kakek dan nenek kepada cucu
Berapa Anggaran Ideal?
Besaran anggaran sangat fleksibel, tergantung kondisi keuangan dan jumlah keluarga. Secara umum, banyak keluarga menyiapkan sekitar Rp500 ribu hingga Rp5 juta.
Agar tidak boncos, kuncinya ada pada perencanaan.
Strategi Mengatur Anggaran
• Hitung jumlah penerima sejak awal
• Tentukan nominal per kategori usia (misal Rp20 ribu–Rp100 ribu)
• Sesuaikan dengan kemampuan finansial, bukan gengsi
Contoh Simulasi
• 20 orang × Rp25 ribu = Rp500 ribu
• 30 orang × Rp50 ribu = Rp1,5 juta
• 50 orang × Rp20 ribu = Rp1 juta
Tips Biar Tetap Hemat
• Gunakan amplop sederhana
• Siapkan uang pecahan kecil
• Batasi nominal secara konsisten
• Fokus pada makna, bukan jumlah
Kesalahan yang Sering Terjadi
• Memberi terlalu besar hingga mengganggu keuangan
• Tidak menyiapkan anggaran khusus
• Nominal tidak merata dan memicu kecemburuan
Alternatif Selain Uang
Jika ingin lebih hemat, hadiah kecil seperti buku, mainan, atau camilan juga bisa jadi pilihan. Nilainya tetap terasa, bahkan sering lebih berkesan bagi anak-anak.
Pada akhirnya, tradisi ini bukan soal seberapa besar uang yang dibagikan, melainkan bagaimana menjaga kehangatan dan kebersamaan keluarga di hari kemenangan. (ivan)