SURABAYA, PustakaJC.co – Di tengah tekanan krisis energi global dan perubahan iklim yang kian nyata, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) secara bijak menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan hidup, Minggu (5/4/2026).
Upaya ini tidak dimaknai sebagai pembatasan, melainkan mendorong masyarakat untuk lebih efisien dan bertanggung jawab dalam mengonsumsi energi.
“Ini bukan soal melarang penggunaan kendaraan, tetapi bagaimana kita bisa lebih bertanggung jawab dalam memanfaatkan energi,” ujar Direktur The Climate Reality Project Indonesia, Amanda Katili Niode. Demikian dikutip dari Jawapos.com.
Amanda menegaskan bahwa konsumsi BBM memiliki kaitan langsung dengan peningkatan emisi gas rumah kaca. Setiap penggunaan BBM berkontribusi terhadap perubahan iklim yang dampaknya kini semakin dirasakan.
Fenomena cuaca ekstrem, perubahan musim yang tidak menentu, hingga bencana seperti banjir dan kekeringan disebut sebagai bukti nyata dari krisis yang sedang berlangsung. Dalam kondisi ini, peran masyarakat melalui kebiasaan sehari-hari menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan.
Menurutnya, penggunaan BBM secara bijak bukan berarti membatasi aktivitas masyarakat. Sebaliknya, hal itu merupakan bentuk kesadaran untuk menggunakan energi secara efisien tanpa mengorbankan kebutuhan utama.
Langkah sederhana seperti mengurangi perjalanan yang tidak mendesak, berbagi kendaraan, serta memanfaatkan transportasi umum dinilai dapat memberikan dampak signifikan jika dilakukan secara konsisten. Perubahan kecil yang dilakukan bersama-sama diyakini mampu menciptakan dampak besar dalam jangka panjang.
Selain itu, kondisi krisis energi global yang memicu kenaikan harga BBM juga dinilai sebagai momentum untuk mengubah pola konsumsi masyarakat. Ketergantungan terhadap energi fosil yang terbatas dan berdampak buruk bagi lingkungan perlu mulai dikurangi.
Dampak konsumsi BBM berlebih tidak hanya dirasakan pada lingkungan, tetapi juga kesehatan dan kualitas hidup. Polusi udara yang meningkat berpotensi memicu penyakit pernapasan, merusak ekosistem, hingga mengganggu ketahanan pangan dan ketersediaan air.
Menurut Amanda, generasi mendatang akan menanggung dampak terbesar dari keputusan yang diambil saat ini. Oleh karena itu, kesadaran untuk menggunakan BBM secara bijak perlu ditanamkan sejak sekarang sebagai bagian dari perubahan gaya hidup yang berkelanjutan. (frcn)