Nakes Tradisional Layani 67 Pasien di Raas, Edukasi Asman Digenjot

gaya hidup | 13 April 2026 07:00

Nakes Tradisional Layani 67 Pasien di Raas, Edukasi Asman Digenjot
Pelayanan kesehatan tradisional turut menjadi bagian dalam kegiatan Pelayanan Kesehatan Bergerak (Yankes Bergerak) di Pulau Raas, Kabupaten Sumenep. (dok kominfo)

SUMENEP, PustakaJC.co – Pelayanan kesehatan tradisional ikut diperkuat dalam program Pelayanan Kesehatan Bergerak (Yankes Bergerak) di Pulau Raas. Puluhan warga mendapat terapi sekaligus edukasi kesehatan mandiri, Minggu, (12/4/2026).

 

Tenaga kesehatan tradisional dari Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, Dwi Indah Puspita, menyebutkan pihaknya menangani total 67 pasien. Rinciannya, 45 pasien menjalani terapi akupunktur, 20 pasien akupresur, dan 2 pasien mendapatkan kombinasi keduanya. Dilansi dari kominfojatim.go.id, Senin, (13/4/2026).

 

“Layanan ini menyasar keluhan kesehatan ringan hingga sedang yang banyak dialami masyarakat,” ujarnya.

 

 

Tak hanya terapi, tim juga menggelar penyuluhan Asuhan Mandiri (Asman) kepada kader Desa Alas Malang di balai desa. Materi difokuskan pada teknik akupresur mandiri untuk mengatasi keluhan umum seperti sakit kepala, batuk pilek, mual muntah, hingga gangguan nafsu makan pada anak.

 

Menurut Dwi, Asman menjadi langkah penting untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan secara aman dan alami. “Melalui Asman, masyarakat diharapkan mampu mencegah dan mengatasi gangguan kesehatan ringan secara mandiri,” katanya.

 

Sementara itu, tenaga kesehatan tradisional lainnya, Moh Rizqi Lazuardi dari Griya Sehat Mada Sakti, turut memberikan layanan akupunktur dan akupresur. Ia juga menyoroti besarnya potensi alam Pulau Raas sebagai sumber pengobatan tradisional.

 

“Masyarakat memiliki kekayaan bahan alami seperti binahong untuk luka, sereh dapur, hingga teripang yang kaya kolagen untuk meningkatkan imun,” ujarnya.

 

 

 

Selain itu, sejumlah tanaman lain seperti meniran hijau, patikan kebo, dan daun ungu juga dikenalkan sebagai alternatif penanganan keluhan kesehatan, termasuk wasir.

 

Ia berharap edukasi Asman tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis pemanfaatan sumber daya alam lokal.

 

“Harapannya, masyarakat tidak hanya sehat, tapi juga mampu mengelola potensi alam ini menjadi nilai ekonomi,” pungkasnya. (ivan)