Idul Adha 2026 Jatuh 27 Mei Libur Dua Hari Umat Muslim Mulai Bersiap

gaya hidup | 19 April 2026 18:35

Idul Adha 2026 Jatuh 27 Mei Libur Dua Hari Umat Muslim Mulai Bersiap
Kalender Idul Adha 2026 dengan tanda libur nasional. (dok gresiksatu)

SURABAYA, PustakaJC.co – Umat Muslim mulai bersiap menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Momentum ini menjadi penanda dimulainya rangkaian ibadah kurban sekaligus momen kebersamaan keluarga.

 

Penetapan resmi tanggal Idul Adha oleh pemerintah akan diputuskan melalui sidang isbat Kementerian Agama. Namun, jadwal libur nasional telah lebih dulu ditetapkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. Dilansir dari gresiksatu.com, Minggu, (19/4/2026).

 

Libur Nasional dan Cuti Bersama

Pemerintah menetapkan dua hari libur dalam rangka Idul Adha:

 

  • Rabu, 27 Mei 2026: Libur nasional Idul Adha
  • Kamis, 28 Mei 2026: Cuti bersama

 

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga menetapkan Idul Adha 1447 H jatuh pada tanggal yang sama, yakni 27 Mei 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

 

 

Hitung Mundur Dimulai

Per 16 April 2026, Idul Adha tinggal sekitar 41 hari lagi. Rentang waktu ini dimanfaatkan masyarakat untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari pembelian hewan kurban hingga perencanaan kegiatan ibadah bersama keluarga.

 

Makna dan Persiapan

Idul Adha bukan sekadar perayaan, tetapi sarat nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Beberapa hal yang mulai dipersiapkan umat Muslim antara lain:

 

  • Menentukan dan membeli hewan kurban sesuai syariat
  • Menyusun distribusi daging kurban agar tepat sasaran
  • Menyiapkan agenda ibadah dan kebersamaan keluarga

 

Di sisi lain, Idul Adha juga memberi dampak ekonomi yang signifikan, khususnya bagi peternak dan pedagang hewan. Aktivitas jual beli meningkat, sementara distribusi daging kurban membantu masyarakat yang membutuhkan.

 

 

Tradisi Tetap Hidup

Di berbagai daerah, Idul Adha dirayakan dengan tradisi khas, mulai dari penyembelihan hewan kurban hingga pembagian daging secara gotong royong. Nilai kebersamaan dan solidaritas sosial pun semakin terasa kuat di tengah masyarakat.

 

Momentum ini bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang mempererat hubungan antarsesama. (ivan)