Dampaknya tidak main-main. Secara psikologis, anak bisa merasa tidak berharga dan sulit percaya pada orang lain. Dari sisi emosional, mereka cenderung menutup diri dan kesulitan mengatur perasaan. Sementara secara sosial, hubungan yang dibangun sering kali tidak sehat karena dihantui rasa takut ditolak.
Untuk mencegah hal tersebut, orang tua perlu mulai mengubah pendekatan. Validasi emosi anakmenjadi langkah awal yang penting, cukup dengan mendengarkan dan merespons secara empatik. Kritik pun sebaiknya diarahkan pada perilaku, bukan menyerang pribadi anak. Dan yang tak kalah penting, hindari perbandingan—setiap anak memiliki potensi yang berbeda.
Pola asuh bukan soal sempurna atau tidak, tetapi soal kesadaran. Karena dari kebiasaan kecil hari ini, terbentuk mental anak di masa depan. (ivan)