Tanpa Disadari, Pola Asuh Ini Bisa Melukai Batin Anak

gaya hidup | 01 Mei 2026 07:16

Tanpa Disadari, Pola Asuh Ini Bisa Melukai Batin Anak
Ilustrasi anak sedih karena dimarahi orang tua. (dok gresiksatu)

SURABAYA, PustakaJC.co - Luka batin pada anak kerap lahir dari kebiasaan kecil orang tua yang dianggap sepele. Tidak meninggalkan bekas fisik, tetapi dampaknya bisa terbawa hingga anak tumbuh dewasa. Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam pola pengasuhan modern yang menekankan kesehatan mental anak.

 

 

Salah satu kebiasaan yang sering terjadi adalah mengabaikan emosi anak. Ketika anak sedih atau marah, namun respons orang tua cenderung meremehkan atau bahkan mengabaikan, anak bisa merasa tidak didengar. Dalam jangka panjang, hal ini membuat mereka kesulitan memahami dan mengelola emosinya sendiri. Dilansir dari gresijsatu.com, Jumat, (1/5/2026).

 

Selain itu, kritik keras yang dilakukan berulang juga menjadi pemicu luka batin. Alih-alih membangun, kritik yang tajam justru menanamkan rasa tidak cukup baik dalam diri anak. Dampaknya, anak tumbuh dengan kepercayaan diri rendah dan mudah merasa gagal, baik dalam hubungan sosial maupun dunia kerja.

 

Kebiasaan lain yang tak kalah berbahaya adalah membandingkan anak dengan orang lain. Entah dengan saudara, teman, atau anak tetangga, perbandingan ini menciptakan tekanan psikologis. Anak bisa merasa kalah, iri, bahkan kehilangan identitas dirinya sendiri.