SURABAYA, PustakaJC.co – Cuaca di Kota Surabaya pada Jumat (29/5/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan sejak pagi hingga sore hari. Suhu udara juga terpantau cukup panas, terutama saat memasuki siang hari.
Pada pagi hari, cuaca berada dalam kondisi mostly clear hingga mostly sunny dengan suhu sekitar 25 derajat celsius. Memasuki pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, langit Surabaya diprediksi tetap cerah dengan suhu meningkat dari 26 hingga 30 derajat celsius. Demikian dilansir dari radarsurabaya.jawapos.com, Jum'at, (29/5/2026).
Tingkat kelembapan udara yang masih cukup tinggi membuat suhu terasa lebih panas, bahkan mencapai 36 derajat celsius di beberapa waktu tertentu.
Menjelang siang hingga awal sore, tepatnya sekitar pukul 11.00 sampai 14.00 WIB, kondisi cuaca berubah menjadi cerah berawan hingga broken clouds. Suhu udara relatif stabil di kisaran 31 derajat celsius dengan kelembapan sekitar 65 sampai 70 persen.
Sementara itu, kecepatan angin diprakirakan bertiup lemah antara 4 hingga 7 kilometer per jam.
Memasuki sore hingga petang hari, langit Surabaya cenderung lebih mendung. Suhu udara perlahan turun ke kisaran 28 sampai 30 derajat celsius dan kondisi tersebut diprediksi berlanjut hingga malam hari.
Pada malam hari, khususnya sekitar pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, Surabaya berpotensi mengalami hujan ringan dengan intensitas rendah sekitar 0,1 milimeter. Suhu udara berada di kisaran 27 derajat celsius dengan tingkat kelembapan meningkat hingga lebih dari 80 persen.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir rob yang diprakirakan terjadi di sejumlah kawasan pesisir Surabaya dalam beberapa hari mendatang.
Fenomena tersebut dipicu fase bulan purnama yang bertepatan dengan momentum Hari Raya Waisak pada Minggu (31/5/2026), sehingga berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut.
Beberapa wilayah pesisir yang diprediksi terdampak antara lain Kalianak, Greges, Kalimas Baru, Bulak, Kenjeran hingga kawasan Pantai Timur Surabaya.
BMKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air laut yang dapat mengganggu aktivitas harian maupun akses transportasi. (frchn)