Di Yunani kuno, alas kaki memiliki fungsi yang lebih beragam. Atlet menggunakan sandal khusus saat mengikuti berbagai perlombaan olahraga. Sementara itu, bangsa Romawi mengembangkan sepatu kulit bertali kuat yang dirancang untuk menunjang mobilitas prajurit di medan tempur.
Pada abad pertengahan, sepatu semakin erat dikaitkan dengan strata sosial. Bangsawan Eropa mengenakan sepatu berujung runcing dengan desain mencolok sebagai simbol prestise. Sebaliknya, masyarakat umum menggunakan alas kaki yang lebih sederhana dan praktis.
Perubahan besar terjadi saat Revolusi Industri. Produksi sepatu yang sebelumnya dilakukan secara manual mulai beralih ke mesin, sehingga memungkinkan pembuatan dalam jumlah besar dengan biaya yang lebih terjangkau. Kondisi ini membuat sepatu semakin mudah diakses berbagai lapisan masyarakat.